“Saya mati-matian memastikan acara saya tanggal 16 tidak mengganggu aktivitas warga. Saya bahkan masih berkeliling ke sekolah-sekolah satu hari sebelum acara, memastikan tidak ada jalan yang ditutup atau aktivitas publik terganggu,” tuturnya.
Terkait informasi yang beredar mengenai pesta rakyat tanggal 14–17 Juli, Putri Karlina menyatakan bahwa informasi tersebut tidak pernah dikonfirmasi oleh pihaknya.
“Saya tidak pernah menyebutkan adanya pesta rakyat. Bahkan dalam wawancara podcast pun saya berhati-hati agar tidak menyampaikan sesuatu yang bisa memicu kerumunan,” jelasnya.
Sebagai catatan. Tragedi dalam acara makan gratis ini menjadi pengingat pentingnya manajemen risiko dalam setiap kegiatan publik berskala besar, terlebih yang melibatkan kerumunan. Meskipun niat kedua mempelai adalah untuk berbagi kebahagiaan, hasil di lapangan sangat jauh dari harapan.
Baik Maula Akbar maupun Putri Karlina menyatakan komitmennya untuk bertanggung jawab secara moral dan hukum. Mereka berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi semua pihak dalam menyelenggarakan kegiatan serupa ke depan. (Indra R|Fakta)