Ia menjelaskan bahwa kegiatan makan gratis itu bertujuan menyambut tamu dan membagikan kebahagiaan, namun situasi tak terkendali menyebabkan insiden yang tak diinginkan.
Maula juga menyatakan kesiapannya untuk mengikuti seluruh proses hukum. Ia telah diperiksa oleh Polres Garut dan pemeriksaan disaksikan langsung oleh Kapolda Jawa Barat.
“Saya memohon maaf kepada semuanya. Tidak ada sedikit pun niatan dari kami untuk melukai siapa pun. Kami juga sudah mengunjungi dua keluarga korban di Sukawening,” tambahnya.
Putri Karlina: “Hari Paling Bahagia Berubah Menjadi Duka Mendalam”
Putri Karlina, yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Garut, menyebut kejadian ini sebagai pukulan berat, hanya dua hari setelah hari pernikahan yang seharusnya menjadi momen paling bahagia dalam hidupnya.
“Dari hati yang paling dalam saya mengucapkan belasungkawa. Ini adalah pukulan luar biasa bagi saya secara pribadi dan keluarga,” ucapnya penuh haru.
Ia menegaskan bahwa pihaknya telah berupaya maksimal untuk memastikan rangkaian acara pernikahan tidak mengganggu masyarakat.